Aslinya Megono ini disajikan bersama dengan Soto Tauto, Soto Khas Pekalongan yang terbuat dari soun, potongan daging sapi, irisan daun bawang & tauco. Warnanya merah, rasanya pedas, manis dan asam. Itu sebabnya disebut Tauto – Tauco & Soto.
Atau kalau beli di Pekalongan, ada yang sebut Nasi Megono Komplit: Megono, balado telor, orek tempe, sayur lodeh (dengan bongkrek/ampas tahu), ikan asin dan tentunya nasi. Mirip nasi rames, hanya isiannya ada megono-nya.
Kalau buat saya, nasi putih/merah panas yang pulen dengan megono yang hangat sudah sangat cukup menyenangkan !
Tips :
1. Pilih bunga kecombrang yang mahkotanya hampir mekar. Lebih harum baunya entar.
2. Jangan terlalu sering mengaduk-aduk megono yang telah dikukus. Nanti asam.
Bahan:
250 gr nangka muda, cacah hingga halus
10 helai kacang panjang, potong 1 cm
150 gr udang sedang, cincang kasar
200 gr kelapa muda, parut panjang
4 lembar daun salam
Haluskan:
5 buah bawang merah
3 siung bawang putih
½ cm kencur
5 buah cabai rawit
½ sdt terasi
1 sdt garam
1 sdt gula merah
Cara Membuat Resep Masakan Megono Udang:
- Kupas udang hingga bersih, sisihkan kulit dan kepalanya
- Haluskan kepala serta kulit udang, campur campur dengan bumbu halus dan kelapa muda, aduk rata
- Lalu campur dengan nangka, kacang panjang dan udang, ratakan
- Ambil selembar daun pisang beri sepotong daun salam, taruh 3 sdm adonan, bungkus bentuk tum, semat atasnya dengan lidi. Letakkan sampai habis
- Kukus megono udang selama 20 menit. Angkat, hidangkan dengan nasi hangat.